Daerah Tempat Tinggal pada Masa Islam (IPAS)
Daerah Tempat Tinggal pada Masa
Islam
Agama
Islam masuk Indonesia kira-kira pada abada XIII Masehi. Agama Islam dibawa oleh
para ulama dan para pedagang dari Arab, Persia, dan Gujarat (India). Agama Islam
masuk di wilayah Indonesia melalui kegiatan perdagangan, perkawinan, kesenian,
dan Pendidikan. Masuknya Islam mendorong munculnya Kerajaan-kerajaan Islam di
Indonesia.
1.
Kerajaan
Perlak
Kerajaan
Perlak berdiri pada 840-1292 Masehi. Kerajaan ini terletak di wilayah
Peureulak, Aceh Timur. Raja pertama Kerajaan Perlak adalah Sultan Alaiddin Syed
Maulana Abdul Aziz Shah. Kerajaan Perlak berkembang menjpadi pusat perdagangan
maritim. Pelabuhan Perlak disinggahi banyak kapal pedagang dari Arab, Gujarat,
dan Persia. Salah satu peninggalan Sejarah Kerajaan Perlak, yaitu kitab Idharul
Haq Fi Mamlakatil Peureulak.
2.
Kerajaan
Smudera Pasai
Kerajaan
Samudera Pasai terletak di Lhokseumawe, Aceh. Kerajaan ini didirikan oleh
Sultan Malik as-Saleh pada 1297-1326 Masehi. Samudera Pasai terletak di jalur
perdagangan strategis antara Tiongkok dan India sehingga menjadi pusat perdagangan
yang penting. Samudera Pasai menjadi salah satu pusat awal agama Islam di
Nusantara. Kerajaan Samudera Pasai akhirnya runtuh pada abad XVI Ketika Kesultanan
Aceh mengambil alih kendali atas wilayah tersebut.
3.
Kerajaan
Malaka
Kerajaan
Malaka berdiri pada abad XV Masehi. Kerajaan ini menjadi pusat perdagangan dan
kebudayaan yang penting di wilayah Nusantara. Kerajaan Malaka mencapai puncak
kejayaan di bawah pemerintahan Sultan Mansur Syah yang memerintah pada tahun
1459-1477 Masehi. Kerajaan ini mengalami keruntuhan pada abad XVI akibat
serangan Portugis.
4.
Kerajaan
Aceh
Kerajaan
Aceh terletak di Banda Aceh dan berdiri pada tahun 1496-1903 Masehi. Raja pertama
Kerajaan Aceh adalah Sultan Ali Mughayat Syah. Kerajaan Aceh mencapai puncak
kejayaan di bawah pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Pada masa itu Kerajaan
Aceh mampu memegang hegemoni atas selat Malaka sehingga dapat mengendalikan
perdagangan di wilayah tersebut.
5.
Kerajaan
Demak
Kerajaan
Demak didirikan oleh Raden Patah pada tahun 1482-1554 Masehi. Kerajaan Demak
mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Trenggono. Perkembangan
Islam di Kerajaan Demak tidak terlepas dari peran Walisanga. Ajaran agama Islam
di Kerajaan Demak berakulturasi dengan tradisi Masyarakat Jawa. Bentuk
akulturasi ini tampak pada arsitektur masjid Agung Demak.
6.
Kerajaan
Mataram Islam
Kerajaan
Mataram Islam didirikan oleh Ki Ageng Pamanahan pada tahun 1578. Pada awal
berdirinya, Kerajaan ini berpusat di Kotagede, Yogyakarta. Setelah Ki Ageng
Pamanahan wafat, Kerajaan Mataram Islam diperintah oleh Sutawijaya yang
bergelar Panembahan Senopati. Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Mataram Islam
mulai berkembang. Kerajaan Mataram Islam mencapai puncak kejayaan di bawah
pemerintahan Sultan Agung.
7.
Kerajaan
Banten
Kerajaan
Banten terletak di pesisir utara Jawa Barat dan berdiri pada tahun 1556. Raja pertama
Kerajaan Banten adalah Maulana Hasanuddin. Kerajaan Banten mencapai puncak
kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1682 Masehi).
Tradisi terkenal asal Banten yang mengandung unsur Islam adalah debus. Selain
itu, Banten memiliki bangunan-bangunan bernuansa Islami, salah satunya adalah
Masjid Agung Banten.
8.
Kerajaan
Gowa-Tallo
Kerajaan
Gowa-Tallo terletak di Sulawesi Selatan. Raja pertama Kerajaan ini adalah
Sultan Alauddin. Kerajaan Gowa-Tallo mencapai puncak kejayaan pada masa
pemerintahan Sultan Hasanuddin (1653-1669 Masehi). Ia berhasil membangun
Gowa-Tallo menjadi Kerajaan maritim yang menguasai jalur perdagangan di wilayah
Indonesia bagian Timur. Sultan Hasanuddin menentang monopoli perdagangan
rempah-rempah VOC di Indonesia bagian timug. Akibatnya, pada 18 novembr 1667 Sultan
Hasanuddin dipaksa menandatangani Perjanjian Bongaya.
9.
Kerajaan
Ternate dan Tidore
Kerajaan
Ternate dan Tidore terletak di Kepulauan Maluku. Sejak Abad XV Masehi Kerajaan
Ternate dan Tidore dikenal sebagai negeri penghasil rempah-rempah. Penyebaran
agama Islam di kedua Kerajaan ini berlangsung seiring perkembangan perdagangan
rempah-rempah. Islam juga memiliki peran penting dalam diplomasi mereka dengan
bangsa-bangsa Eropa, terutama Portugis dan Spanyol yang mencari rempah-rempah
di wilayah ini.
A. Soal
Pilihan Ganda
Pilihlah
jawaban yang paling tepat!
- Agama Islam masuk ke Indonesia
kira-kira pada abad …
A. VII Masehi
B. X Masehi
C. XIII Masehi
D. XVI Masehi - Agama Islam dibawa ke
Indonesia oleh para ulama dan pedagang dari berikut ini, kecuali …
A. Arab
B. Persia
C. Gujarat
D. Cina - Kerajaan Islam pertama di
Indonesia yang terletak di Aceh Timur adalah …
A. Samudera Pasai
B. Perlak
C. Aceh
D. Malaka - Raja pertama Kerajaan Perlak
adalah …
A. Sultan Malik as-Saleh
B. Sultan Iskandar Muda
C. Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Aziz Shah
D. Sultan Mansur Syah - Kerajaan Samudera Pasai
berkembang pesat karena …
A. hasil pertanian yang melimpah
B. berada di jalur perdagangan strategis
C. memiliki tentara yang kuat
D. letaknya di daerah pegunungan - Kerajaan Malaka mencapai
puncak kejayaan pada masa pemerintahan …
A. Sultan Hasanuddin
B. Sultan Mansur Syah
C. Sultan Trenggono
D. Sultan Ageng Tirtayasa - Kerajaan Aceh mencapai masa
kejayaan pada masa pemerintahan …
A. Sultan Ali Mughayat Syah
B. Sultan Mansur Syah
C. Sultan Iskandar Muda
D. Sultan Malik as-Saleh - Penyebaran Islam di Kerajaan
Demak tidak terlepas dari peran …
A. VOC
B. Portugis
C. Walisanga
D. Pedagang Cina - Tradisi khas dari Kerajaan
Banten yang mengandung unsur Islam adalah …
A. Wayang kulit
B. Sekaten
C. Debus
D. Karapan sapi - Sultan Hasanuddin dikenal
sebagai raja dari Kerajaan …
A. Demak
B. Aceh
C. Gowa-Tallo
D. Ternate
B. Soal
Isian
Isilah
jawaban dengan tepat!
- Aliyan membaca buku sejarah
tentang Kerajaan Perlak yang berkembang sebagai pusat perdagangan maritim.
Banyak kapal dari Arab, Persia, dan Gujarat singgah di pelabuhan kerajaan
tersebut.
Nama kerajaan yang dimaksud adalah __________. - Abid berkunjung ke Banda Aceh
dan mendengar cerita tentang seorang sultan yang berhasil menguasai Selat
Malaka sehingga perdagangan dapat dikendalikan.
Sultan yang dimaksud adalah __________. - Amirah melihat Masjid Agung
Demak yang arsitekturnya berbeda dengan masjid di Timur Tengah karena
memadukan budaya Jawa dan Islam.
Bentuk perpaduan budaya tersebut disebut __________. - Akmal belajar bahwa Sultan
Hasanuddin menentang monopoli VOC sehingga harus menandatangani Perjanjian
Bongaya pada tahun 1667.
Nama kerajaan yang dipimpin Sultan Hasanuddin adalah __________. - Saat pelajaran IPS, guru
menjelaskan tentang dua kerajaan di Maluku yang terkenal sebagai penghasil
rempah-rempah dan menjalin hubungan dengan Portugis dan Spanyol.
Dua kerajaan tersebut adalah __________ dan __________.
Komentar
Posting Komentar